Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Ya Lal Wathan, telah berlangsung pembukaan Rapat Kerja (Raker) JATMAN Idarah Wustha Jawa Barat. Kegiatan ini mengambil tempat di Wisma Haji Jawa Barat di Kabupaten Indramayu (20-21/9/2025) serta diikuti oleh Pengurus Idarah Wustha serta Syubiyah dari 6 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Dalam laorannya, Ketua Panitia, KH. Agus Gunawan menyampaikan terimakasih kepada seluruh penitia, khususnya Gus Farid yang telah menjadi motor bagi kegiatan ini dengan segala fasilitas yang ada. Pengurus Idarah Wustha tidak memikirkan semuanya. Idarah Wustha hanya menyedidiakan draft yang akan disempurnakan dalam proses raker.
“Nanti, direalisasikan dengan kemampuan yang ada,”ujar Ketua Panitia.
Acara selanjutnya adalah pembacaan SK Pengurus Syubiyah oleh KH. Ade Saeful Mu’min sebagai Sekretaris Umum JATMAN Idarah Wustha Jawa Barat. Idarah Syubiyah yang dilantik terdiri dari Kabupaten Indramayu, Kota Depok, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, serta Kabupaten Bandung.
Setelah menyampaikan prosesi baiat terhadap Pengurus Idarah Syubiyah, KH. Endang Samsudin sebagai Mudir Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat menyampaikan ungkapan bangga dan bersyukur terhadap Allah Swt. karena bisa melaksanakan pelantikan ini. Ini tiada lain adalah berkah dari Allah Swt. “Acara ini dihadiri lebih dari 500 orang dari 27 kabupaten dan kota serta menandakan anugerah Allah sedang turun pada kita. Salah satu agenda penting kita adalah meningkatkan peran JATMAN sehingga lebih bisa dirasakan masyarakat. JATMAN Jabar harus lebih maju dari JATMAN di provinsi lain,”demikian ujar KH. Endang Samsudin disertai dengan harapan bagi kemajuan JATMAN Jawa Barat pada masa yang akan datang.
Pada sambutannya, Ketua PCNU Indramayu, KH. Mustafa mengatakan bahwa dari Raker ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang memberikan kemanfaatan kepada mayarakat karena hari ini mungkin orang mulai jauh dari hal yanag behubungan dengan agama. “Oleh karenanya, penting peran JATMAN dalam rangka menjadi penyebar kebaikan, mengajak umat manusia untuk mendekatkan dirinya terhadap Allah,”ungkap KH. Mustafa.
Pembukaan Raker kemudian diisi dengan penyampaian tausiah dari Wakil Rais Mustafad JATMAN Idarah Wustha Jawa Barat, KH. Zamzami Amin. Kiai yang terkenal sangat santun tapi tegas ini menyampaikan latar belakang, kenapa sampai sekarang dia berada dalam struktur kepengurusan JATMAN. Dia adalah seseorang yang keluar dari lingkaran orang dari organisasi yang tidak ada kata “An-Nahdliyah”-nya. Dari mulai kecil KH. Zamzami adalah adalah santri KH. Hasyim Asy’ari. Masa begitu besar harus keluar dari lingkaran hidupnya sebagai santri. “Apa hal ini tidak membuat bersedih?”katanya dengan sebuah pertanyaan menohok. “Karena, dari dulu sampai hari ini, bahkan ‘ilâ yaumil qiyâmah’, tetap menjadi santrinya KH. Hasyim Asy’ari,”sambungnya,”JATMAN itu ruhnya NU, ruhnya Indonesia. Tanpa tarekat, hancur Indonesia itu!”
Acara pembukaan Raker itupun kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh ‘shahibul bait’ KH. Farid Asr Wadahr, seseorang yang bersama timnya seperti Ustadz Tito Warcito—Sekretaris Umum JATMAN Idarah Syubiyah Indramayu—beserta jajaran pengurus Idarah Syu’niyah Indramayu, menjadi penentu dari kesuksesan seluruh rangakaian acara. Dengan khusyu dan khidmat, seluruh peserta Raker serta Pelantikan Idarah Syubiyah JATMAN 6 kabupaten dan kota di Jawa Barat, mengikuti doa dari pemimpin PP Salaf An-Nur Dukuhjati Indramayu ini.
Rangkaian acara selanjutnya adalah Pleno I terkait “Arah Kebijakan JATMAN Jawa Barat 2025-2030.” Materi ini disampaikan oleh KH. Dr. Ali M. Abdullah, MA., Sekretaris Umum Idarah Aliyah JATMAN. Dalam tausiyahnya KH. Ali menyampaikan ada risiko komodifikasi spiritualitas jika kecenderungan orang menggali tasawuf seperti sekarang ini hanya dijadikan tren gaya hidup, tapi tanpa kedalaman makna. Karena itu JATMAN sebagai organisasi thariqah mu’tabarah memiliki tanggung jawab besar untuk memberi bimbingan otentik. “JATMAN perlu hadir sebagai jembatan: menjaga sanad, membuka ruang inklusif, mengemas tasawuf secara kontekstual untuk Gen Z, serta memberi pendampingan nyata bagi siapapun yang haus akan ketenangan,”tandasnya tegas.
Kemudian dilanjukan Pleno II terkait “Revitalisasi Thariqah dalam Kehidupan Modern.” Materi ini disampaikan oleh intelektual UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Ajid Thahir, M.Ag. Dalam pemaparanya, Prof. Ajid menyampaikan beberapa tantangan serius yang dihadapi umat Islam hari ini, antara lain materialisme dan hedonisme yang mendominasi budaya global, individualisme yang melemahkan, krisis moral dan kemanusiaan, dll. Walaupun tantangan itu demikian nyata, Prof. Ajid melihat potensi sangat besar dari sufisme untuk memberikan solusi. “Sufisme menekankan nilai-nilai cinta, kasih sayang dan kedamaian sehingga bisa menjadi energi peradaban, bukan hanya ritual pribadi,”ungkapnya.
Setelah penyampaian dua materi, ketika hari beranjak semakin malam, semua hadirin sepakat bahwa Sidang Komisi akan diselasaikan saat itu juga. Maka tampil kemuka kemudian 4 Ketua Komisi, masing-masing Komisi A diketuai oleh Dr. Iman Subasman, membahas tentang Program Kerja, Komisi B. dengan ketua KH. Miftah Safari membahas tentang Job Deskripsi Pengurus, Komisi C dengan ketua Dr. (C) Dodo Widarda, S.Ag., M.Hum. membahas tentang Rekomendasi untuk Gubernur Jawa Barat, serta Komisi Ddengan ketua Dr. Nyai Hj. Iemas Masitoh Noor, MH. membahas tentang Program Kerja Wathanah dalam struktur JATMAN Idarah Wustha Jawa Barat.
Setelah acara pembahasan Komisi A, B, C, serta D dilanjutkan dengan acara penutupan. Keesokan harinya, setelah sarapan pagi, wajah hadirin terlihat cerah karena acara telah berjalan dengan sukses. Semua pulang ke rumah masing-masing dengan wajah yang cerah dengan memikul tanggung jawab bersama untuk memajukan JATMAN, baik pada level kepengurusan provinsi, kabupaten, kecamatan, serta desa se-Jawa Barat.[]
Laporan: Iman Abdurahman
Editor: Widodo







